30 Netizen Buat Konten Kreatif di Ecopark Kambang Semi SIG

0
27
Para Nitizen bersama panitia saat foto bersama sebelum berburu dan membuat konten kreatif di Ecopark Kambang Semi di Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak, Tuban

rpstuban.net – Kreator digital saat ini menjadi profesi yang sangat populer. Mengingat internet digunakan secara masif dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, menjadi kreator digital dapat menjadi profesi yang sangat menarik dan menjanjikan.

Untuk menciptakan konten digital yang kreatif dan inovatif, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) GhoPo Tuban bekerjasama dengan Ronggolawe Press Solidarity (RPS) Tuban mengajak 30 netizen se-Kabupaten Tuban membuat konten di Ecopark Kambang Semi di Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak, Tuban (23/10/2022).

Ketua RPS Tuban, Khoirul Huda berterimakasih kepada SIG karena telah mengijinkan panitia dan peserta Jelajah K3 untuk masuk ke kawasan Eco Park Kambang Semi untuk belajar dan membuat konten yang inovatif dan kreatif.

“Semoga para netizen mengeksplore kawasan Ecopark Kambang Semi, agar dapat diketahui oleh publik,” ujar Huda.

Sebelum membuat konten sehari di Ecopark, sebelumnya para netizen juga telah dibekali tiga materi di gedung DPRD Tuban. Seperti materi literasi digital, jurnalistik, hingga periksa fakta. Sekaligus diberi rambu-rambu membuat konten oleh Tuban Community Devlopment Officer, Siswanto.

Senior Manager of Corporate Communication PT. Semen Indonesia (SIG) Setiawan Prasetyo mengucapkan selamat datang di rintisan Ecopark Kambang Semi. Perlu diketahui bahwa Ecopark Kambang Semi merupakan kawasan pasca tambang tanah liat.

Kawasan ini, lanjut Iwan sapaan akrabnya diperuntukkan untuk pemberdayaan masyarakat yang dikelola tim CSR SIG bersama pengelola tambang dan masyarakat binaan.

“Yang ada dan terealisasi yaitu kebun minyak kayu putih, pisang cavendish dan proses ripening atau pematangan pisang. Untuk pisang cavendish sendiri dikelola oleh 16 petani Green Belt binaan SIG,” kata Setiawan.

Dia menjelaskan, selain ada lokasi penyulingan minyak kayu putih di Ecopark juga memiliki Fasum berupa Musala, dan kamar mandi/Wc. Di sebelahnya terdapat rumput untuk pakan ternak 80 kambing jenis etawa dan lain sebagainya.

Di sebelahnya juga terdapat 12 kolam lele dengan kapasitas 36 ribu lele. Lalu, peternakan ayam petelur ada 1.200 ekor, balai kriya tempat membuat pot bunga paping dengan bahan semen gagal.

Ada juga keramba jaring apung yang berisi ikan Nila kapasitas 100 ribu ekor. Greenhouse dengan isi buah melon 300 batang juga dibudidaya dan diprediksi dua minggu lagi panen.

“Semoga ini menjadi tempat edukasi dan pemberdayaan masyarakat yang ingin berkunjung. Pengelola Ecopark yaitu para kluster atau perwakilan kelompok yang ada di desa binaan SIG. Mereka iuran sebagai investasi dengan sokongan SIG,” jelasnya.

Setiawan juga berpesan kepada para peserta jelajah K3 untuk mengedepankan keselamatan, dan tidak berada di dekat telaga karena memiliki kedalaman kurang lebih 10 meter.

Selama membuat konten di kawasan Ecopark, para netizen mendapat pendampingan dari pengelola Ecopark dan CSR SIG Tuban. Tujuannya para peserta dapat memahami setiap tempat hingga fungsinya.

Untuk lomba Jelajah K3 yang digelar SIG bekerjasama dengan RPS dipilih tujuh nominator. Juara 1 diraih oleh Kang Rey dengan nilai 1.020, Bang Rico nilainya 1.019, Tuban Cekrek dapat nilai 997. Lalu juara harapan 1, Yuliani dapat 987 poin, Tubannow 975 poin, Hasna 977 poin, dan Diki Wahyudi mendapat 910. (Admin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here