Legit Berbungkus Daun Ploso

0
319
Proses pembuatan tape ketan

rpstuban.net  – Tuban bisa disebut sebagai daerah yang komplit. Punya berbagai jenis sumber daya alam yang lengkap, bentang alam nan indah, keanekaragaman seni dan budaya, juga kuliner-kuliner yang khas diberbagai tempat.

Di tulisan ini, kami akan mengupas salah satu kuliner unik dan juga andalan Tuban. Sentral pembuatannya ada di ujung barat Tuban, berbatasan dengan wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Apa kuliner andalan Tuban yang akan kita bahas kali ini? Namanya adalah Tape Tawaran: Jajanan hasil fermentasi beras ketan ini cukup melegenda. Nama Tawaran sendiri diambil dari Desa Tawaran, Kecamatan Kenduruan, yang merupakan sentral pembuatan tape ini.

Ada satu pembeda yang menjadikan tape ini lebih unik dibanding produksi tape dari tempat lain. Bungkusnya tidak berasal dari daun pisang ataupun plastik, tapi berasal dari daun ploso yang banyak hidup di wilayah Kecamatan Kenduruan.

“Tapenya dari Tawaran memang terkenal, cocok buat suguhan tamu ataupun oleh-oleh,” kata Rofiq (27), salah seorang penikmat tape ini.

Warga di Desa Tawaran memang sudah turun menurun menjadikan daun ploso sebagai pembungkus tape. Tidak lebih besar dari genggaman kita, dan bisa langsung sekali makan sehingga praktis.

Uniknya pembungkus, diimbangi dengan kualitas rasa tape. Sarti, 65 tahun, dari Desa Tawaran, mengaku membuat tape sejak tahun 2001. Dia membeberkan bagaimana tape tawaran juga unggul dari segi rasa.

“Kami tidak menggunakan bahan kimia. Semuanya alami,” terangnya.

Alur pembuatannya: Sarti hanya mengambil beras ketan terbaik sebagai bahan utama. Beras itu kemudian dikukus dengan gula sampai setengah matang. Setelahnya adalah proses memberi warna menggunakan daun katuk/babing untuk menghindari pewarnaan kimia. Bahan itu kemudian didinginkan dan ditaburi ragi, dilanjutkan dengan dibungkus menggunakan daun ploso, dan didiamkan selama beberapa hari sampai matang atau siap disantap.

Ternyata perpaduan daun katuk dan ploso bisa menghasilkan aroma harum nan khas. Memperkuat rasa karakter tape yang dibungkus.

Dalam sehari, Sarti ataupun pembuat tape lain di Desa Tawaran bisa menghabiskan beras ketan sampai 10 kilogram. Sering juga menghabiskan sampai 20 kilogram ketika sedang ramai, contohnya saat musim hajatan tiba.

“Rata-rata ada saja warga yang memesan, kalau tidak gitu ya ada yang mengambil untuk dijual lagi,” jelasnya.

Tape Tawaran bisa menjadi ikon desa setempat sejak turun temurun. Ada satu mitos yang berkembang, rasa tape akan berubah ketika membuatnya tidak di desa setempat. Meskipun menggunakan bahan dan resep yang sama. Konon, itu karena karakter air di Desa Tawaran, terutama dari sendang/mata airnya, berbeda dengan desa-desa yang lain.(edy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here