Pages Navigation Menu

Ronggolawe Press Solidarity

Wahana Hunting Blimbing

Oleh: Elvida

SMK PGRI 2 TUBAN

Sebagai warga Kabupaten Tuban, Jawa Timur tentu saja tidak asing lagi dengan sebutan Tuban Bumi Wali.  Setelah itu apa yang terlintas di benak kita, kalau bukan kota religius.

Mengapa istilah itu muncul, karena di wilayah ini banyak makam para wali. Saban hari menjadi obyek kunjungan para peziarah dari berbagai penjuru. Baik itu dari lokal maupun interlokal.

Selain tempat ziarah, di Tuban masih banyak tempat wisata yang layak dikunjungi, misalnya wisata bahari. Kabupaten ini memiliki Mangrove Center, Pantai Boom, Pantai Kelapa.

Sementara untuk wisata pemandian terdapat pemandian Bekthiharjo, di wilayah Kecamatan Semanding, Prataan di wilayah Kecamatan Parengan. Sedangkan untuk wisata ladgab bisa ke Maibit di Kecamatan Rengel. Tak ketinggalan pula wisata alam goa, Goa Akbar, dan pesantren Perut Bumi di wilayah Semanding.

Walau banyak terdapat obyek wisata alam dan religi, namun daerah dengan 20 wilayah kecamatan ini, belum memiliki wisata kampung sebagai destinasi wisata. Tuban memiliki potensi untuk menciptakan wisata kampung.

Jika Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab Tuban membuka wisata baru, tentunya yang belum pernah ada di Tuban, pastinya akan menarik untuk dikunjungi. Wisata yang bagaimanakah itu?

Saya mengangkat wisata kampung Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang. Di sana terdapat perkebunan Blimbing yang sangat luas. Apabila pemerintah daerah bekerja sama dengan pekebun Blimbing di Tasikmadu, nantinya akan dapat menunjang wisata yang sangat menarik. Tentunya juga saling menguntungkan kedua belah pihak, yakni pihak para pekebun dan Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga.

Kerja sama tersebut dapat membuka potensi wisata baru di Tuban, yakni “Wisata Kampung Kebun Blimbing”. Obyek ini bisa dikemas sebagai wisata edukasi ataupun wisata agro. Di sana wisatawan bisa bertemu dengan pemilik kebun blimbing secara langsung, sehingga dapat dipandu bagaimana cara menanam buah tersebut dengan baik. Cara merawatnya hingga bagaimana teknis memetik buah Blimbing secara langsung dari pohonnya.

Tasikmadu tak hanya menawarkan kebun Blimbing. Di sana wisatawan juga dapat menikmati indahnya alam terbuka. Area persawahan yang sangat luas dan hijau, dapat membuat hati damai dan tentram karena kesejukan alam terbuka.

Lokasinya jauh dari polusi udara perkotaan, asap kendaraan bermotor, seperti angkutan umum, mobil pribadi,  motor dan kendaraan bermesin lainnya yang menjadikan nafas menjadi tak sehat. Tak jarang masyarakat dari kota ingin mencari udara segar. Desa Tasikmadu inilah bisa menjadi solusinya.

Apakah mempunyai manfaat bagi dunia pendidikan? Tentu saja bermanfaat karena sebagai sarana edukasi bisa dijadikan tempat observasi, eksperimen atau istilah kerennya dalam kalangan pelajar adalah tempat study tour.  Apakah tidak keren, coba?

Bila Tuban mempunyai lokasi yang layak dijadikan study tour, para pelajar tidak perlu jauh-jauh ke luar kota, bahkan sampai ke luar pulau. Seperti mengunjungi Yogjakarta atau pergi ke Pulau Bali, dengan biaya yang cukup mahal pastinya.

Suguhan keindahan alam yang sejuk  jauh dari hiruk ikuk kota, akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Hal itulah yang seharusnya dijadikan pertimbangan.

Sedangkan upaya untuk menawarkan wisata ini agar dikenal oleh para wisatawan, bukan hanya wisatawan lokal tapi sampai manca negara dibutuhkan beberapa cara. Caranya sebagai berikut:

  1. Menampilkan profil dan informasi objek wisata dalam media sosial.
  2. Memuatnya di media massa, baik koran dan majalah.
  3. Untuk menarik wisatawan asing, maka bisa ditawarkan melalui majalah yang diedarkan dalam pesawat penerbangan, dan kapal pesiar sehingga dapat menarik wisatawan asing untuk datang ke Tuban.

Apabila wisata kampung ini dikembangkan, maka keuntunganya akan dirasakan oleh masyarakat Tuban. Hal ini  akan berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat yang nantinya dapat menunjang kesejahteraan dan kemakmuran.

Jika ditinjau dari lokasinya, kebun Blimbing Tasikmadu kurang lebih 1,5 Km dari jalan raya. Arah menuju lokasinya dapat dijadikan sebagai pusat oleh-oleh dengan menjual jajanan khas Tuban. Misalnya gethuk, tiwul, jemblem, dan sebagainya.

Selain itu juga dapat menjual minuman dan buah khas Tuban. Apakah itu?  Apalagi kalau bukan Legen dan Siwalan.

Selain menjual jajanan, masyarakat juga dapat berkreasi dengan menjual souvenir, dan kerajinan tangan lainnya. Nantinya dikembangkan akan bernilai jual tinggi. Para seniman batik dan lukis  juga dapat menjual karyanya dengan harga yang fantastis tentunya.

Hal ini jika dikembangkan akan dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Tuban. Nantinya akan mengurangi pengangguran.

Baiklah sekarang mari kita berfikir. Apakah tidak keren jika Tuban mempunyai objek wisata yang pengunjungnya bukan hanya dari turis lokal  tetapi turis asing.

Jika orang Tuban sudah sering berlibur ke luar kota, luar pulau, bahkan luar negeri, maka saat ini giliran orang Tuban yang harus bisa menarik wisatawan ke daerahnya. Inilah pendapat saya sebagai sarana untuk menunjang potensi wisata yang ada di Tuban, yaitu dengan cara  membuka wisata kampung.

Semoga Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga mampu membuka ”Wisata Kampung Kebun Blimbing” sebagai wisata edukasi dan wisata agro yang nantinya  dapat menunjang potensi wisata di Kabupaten Tuban. (*)

*Tulisan ini masuk 10 (sepuluh) karya terbaik Lomba Menulis Opini “Pengembangan Potensi Wisata Tuban” yang diselenggarakan Ronggolawe Press Solidarity (RPS) dalam rangka memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) 2017.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *