Pages Navigation Menu

Ronggolawe Press Solidarity

Menggali Potensi Goa untuk Desa Wisata

Oleh : Bagas Putra Herawan

SMA Negeri 1 Singgahan

Pariwisata adalah komoditi yang potensial, dan sedang giat-giatnya dikembangkan Kabupaten Tuban. Pada hari libur atau akhir pekan, masyarakat banyak memanfaatkan area wisata sebagai sarana relaksasi setelah seminggu beraktifitas.

Banyak obyek wisata potensial mewarnai perkembangan pariwisata di Tuban. Akan tetapi eksistensinya masih belum sepenuhnya menjadi andalan karena beberapa hal.

Obyek wisata andalan yang ada di Kabupaten Tuban sangat banyak. Misalnya; Goa Akbar, Makam Sunan Bonang, Makam Asmoro Qondi, Klenteng Kwan Sing Bio, Masjid Agung Tuban dan lain-lain.

Potensi wisata di Tuban menjadi prioritas karena dapat meningkatkan penerimaan di daerah sektor pariwisata. Mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat dari segi ekonomi, social, dan budaya.

Pariwisata menjadi kebutuhan psikologis manusia sebanding dengan kebutuhan primer. Unsur kebahagian dan pemenuhan kebutuhan spiritual/rohani dapat kita temukan melalui menikmati karya alami Tuhan Yang Maha Esa. Itulah sebabnya mengapa pariwisata merupakan kebutuhan primer, untuk saat ini yang belum tentu kita temukan di daerah perkotaan.

Banyak potensi wisata alam yang belum mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Itu terjadi lantaran pengelolaan obyek masih fokus pada potensi wisata perkotaan. Hal ini dapat terjadi karena pengeloaannya masih kota sentries, atau hanya pusat kotanya saja yang dikembangkan.

Di lain sisi banyak sekali potensi obyek wisata yang menguntungkan untuk pemerintah daerah. Masih banyak obyek wisata yang tidak bisa dimaksimalkan dalam pengembangan daerah, khususnya dalam meningkatkan PAD. Diantaranya air terjun Nglirip, Goa Ngerong, dan Goa Putri Asih.

Goa Putri Asih salah satu potensi wisata yang potensial tapi belum mampu menarik wisatawan, padahal berdasarkan riset, goa ini merupakan wisata goa tercantik ketiga se Asia Tenggara. Obyek wisata yang berada di Desa Nguluhan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban ini berada 42 kilometer ke arah selatan dari pusat kota.

Obyek ini sangat potensial sebab banyak menawarkan keindahan-keindahan dalam goa. Di sana tersuguh guratan-guratan stalagmite dan stalagtit yang terbentuk melalui proses alamiah dalam waktu yang lama.

Selain itu di sekitarnya terdapat hutan jati yang menambah suasana sejuk di dalamnya. Sayangnya pengelolaannya masih kontroversial, karena diperebutkan Perhutani, dan Pemerintah Daerah. Akibatnya perkembangannya terbilang lambat.

Penunjuk jalan obyek wisata tersebut masih minim mungkin bisa dibilang jumlahnya hanya satu. Akibatnya banyak orang pada umumnya tidak mengerti lokasinya. Belum adanya pamflet/brosur dimana peran promosi melalui media cetak sangat diperlukan dari sisi pengiklanan obyek andalan tersebut.

Begitu juga sarana prasarana yang belum memadai. Di lokasi penerangan masih minim, dan belum ada toilet. Tempat kuliner dan cinderamata khas Goa Putri Asih juga belum tersedia. Padahal itu bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.

Selain itu banyak oknum-oknum yang mengambil benda di dalam dan di sekitar goa. Ini tentunya dapat mengurangi keindahan, dan keaslian obyek wisata alam tersebut.

Ada beberapa cara mengatasi agar Goa Putri Asih dapat lebih berkembang,  dan dapat lebih dikenal masyarakat luas dari berbagai daerah. Pengeloaan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Tuban. Dengan diberikan kepada satu pihak, dapat diketahui lebih jelas siapa yang bertanggung jawab atas pembangunan goa.

Perlu ada peta dan penunjuk jalan yang ditempatkan di lokasi strategis, sehingga bisa dibaca khalayak umum. Melalui cara ini diharapkan akan bayak wisatawan domestic maupun mancanegara, mengunjungi obyek wisata tersebut.

Perlu juga penambahan sarana pendukung agar wisatawan lebih nyaman mengunjunginya. Penataan bisa diatur lebih rapi, supaya wisatawan ingin mengunjungi lagi.

Pemberian sanksi juga diperlukan terhadap oknum-oknum yang yang mengambil benda-benda yang dapat mengurangi keindahan goa. Termasuk juga agar masyarakat lebih disiplin, dan taat hukum yang berlaku demi kebaikan bersama.

Untuk menarik wisatawan juga dapat mengadakan pertunjukkan seni atau kearifan local masyarakat di sekitarnya. Obyek wisata dapat juga digunakan untuk memberikan edukasi kepada semua pelajar. Yaitu dengan mewajibkan semua sekolah untuk bergantian mengunjugi Goa Putri Asih,  agar  dapat belajar arti pentingnya mengerti dan menjaga keindahan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Di lokasi wisata siswa belajar berinteraksi dengan alam. Mereka bisa ikut befikir mengenai perkembangan wisata di Tuban. Yang terakhir yang dapat dilakukan adalah menggelar pertunjukan tari kolosal yang menggambarkan legenda Goa Putri Asih, dan kearifan lokal masyarakat di sekitarnya.

Produk unggulan Kabupaten Tuban semisal Batik Gedog, miniatur ongkek, gantungan kunci berlogo kuda khas Ronggolawe, juga dapat menjadi sumber inspirasi masyarakat sekitar. Setidaknya hal tersebut untuk mewujudkan Desa Nguluhan sebagai desa wisata di Kabupaten Tuban. (*)

*Tulisan ini masuk 10 (sepuluh) karya terbaik Lomba Menulis Opini “Pengembangan Potensi Wisata Tuban” yang diselenggarakan Ronggolawe Press Solidarity (RPS) dalam rangka memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) 2017.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *