Pages Navigation Menu

Ronggolawe Press Solidarity

Bersih Sampah Wisata Pantai Diminati

Oleh: Joko Santoso

Madrasah Aliyah Hasyimiyah Bulu

Suasana pantai begitu indah dan nyaman, karena ada hembusan angin yang begitu lembut. Bebatuan di laut menjadikan warna keindahan pesona wisata pantai. Belum lagi terlihat ombak saling berkejaran mengikuti arah angin.

Banyak pengunjung tidak menikmati suasana tersebut, sebab terlalu banyak sampah berserahkan di sekitar pantai. Dampaknya para pengunjung bosan, dan enggan berkunjung lagi ke pantai. Ini harus ada solusi, dan sebenarnya pengunjung bisa diramaikan lagi, asalkan ada gerakan gotong royong  membersihkan sampah tersebut.

Keindahan laut menjadikan inspirasi semua wisatawan karena perkarangan di laut begitu mempesona. Para wisatawan dapat mengambil gambar dari keindahan alam itu, jika pantai bersih maka akan layak menjadi potensi wisata.

Ada banyak pengunjung secara otomatis akan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Namun dmeikian syaratnya masyarakat harus cerdas, dan pintar mengelola potensi wisata pantai.

Seperti diketahui pantai di wilayah Kabupaten Tuban sangat panjang. Jika diukur dari perbatasan, Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, tempat saya lahir, hingga Kecamatan Palang ada sekitar 65 kilometer. Pantai sepanjang itu otomatis melewati puluhan desa di kawasan pantai utara Jawa (Pantura).

Desa yang memiliki potensi wisata pantai seharusnya bisa mengembangkan dan menonjolkannya. Kini yang baru menjadi andalan hanya wisata Pantai Sowan yang berada di Desa Bogorejo, Kecamatan Bancar. Ada lagi wisata pantai pasir putih yang lokasinya berada di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Pantai Cemara ada di Desa Jenu, Kecamatan Jenu, Pantai Kute (kulone terminal baru sebutan anak muda) di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu persisnya ada di baratnya terminal baru.

Ada pula Pantai Boom yakni berada di kota Tuban. Wisata pantai kelapa lokasinya berada di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang. Bayangkan mengapa potensi wisata pantai sedikit, dan hanya segelintir lokasi saja yang digunakan obyek.

Jika dilihat ada beberapa desa yang memiliki pantai, tapi mengapa pantai itu tidak dibuat obyek wisata? Apakah jelek? Apakah fiew-nya tidak mendukung?

Saya yakin jika obyek pantai di sepanjang Kecamatan Bancar hingga Kecamatan Palang dimaksimalkan, dan disentralkan menjadi lokasi wisata, maka peluang menjadikan wisata pantai akan terbuka lebar. Kondisi pantai di wilayah Tuban cukup bagus tinggal mengelola dan meriasnya. Jika lihai dalam mengelola akan menjadikan potensi wisata menjanjikan. Secara otomatis wisatawan akan berdatangan, dan menikmati pemandangan dan fasilitas yang ada.

Guna mewujudkan dan menjadikan potensi wisata pantai, maka masyarakat, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan pemerintah Kabupaten Tuban harus bersatu dan komitmen mengelola pantai.

Caranya; pertama, pantai atau laut harus bersih dulu dari sampah. Kedua, sebaiknya ada fasilitas pendukung seperti taman bermain anak-anak, taman baca dan tempat santai, tempat nongkrong, ada warung makan dan minum. Ketiga, keamanaan harus terjaga, dan keempat, obyek wisata pantai harus gencar dipromosikan.

Empat item itu jika tidak terpenuhi maka obyek wisata tidak akan maksimal.

Sedangkan pantauan di lapangan wisata pantai yang ada saat ini kurang diminati. Ramainya paling hanya pada akhir pekan. Seperti di Pantai Sowan dan Pantai Boom, kedua obyek tersebut jarang diminati karena monoton dan kurang inovasi.

Sedangkan, pantai kelapa jarang diminati karena banyak sampah yang berserakan. Coba konsepnya dirubah seperti Pantai Remen, Pantai Cemara,  Mangrove Center di Jenu, dan Pantai Kute pasti bakal ramai.

Disisi lain ada pula obyek wisata pantai yang masih tersembunyi. Seperti di pantai perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, letaknya berada di Desa Sukolilo, Kecanatan Bancar. Pada saat sore hari lokasi itu sangat ramai, banyak pengunjung di sana. Jika tempat itu dikelola maka akan menjadi sumber pendapatan bagi pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten.

Obyek wisata pantai yang tersembunyi diperkirakan masih banyak. Sudah menjadi tugas bersama bagaimana potensi wisata pantai di Tuban dapat tereskplor atau terlihat oleh masyuarakat luas.

Melihat peluang ini sebaiknya kita sadar bagimana mengoptimalkan potensi wisata pantai. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, mulai dari masyarakat sekitar, pemerintah desa, pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten.

Jika perlu setiap potensi wisata yang ada di setiap desa didata, dikelola, dikemas, dihias dan dieksplor atau ditampakkan. Hal itu menjadi kunci agar masyarakat sekitar pantai ekonominya dapat meningkat.

Selain ada pemasukan hasil melaut, jika pantainya menjadi obyek wisata maka masyarakat akan mendapat tambahan pula caranya dengan berdagang atau menyediakan jasa bagi para wisatawan. Penyedian jasa ini bisa menggunakan perahunya untuk berlayar di sekeliling lokasi pantai itu.

Sekian dan terimaksih, semoga tulisan secuwil ini dapat menjadi inspiarasi bagi masyarakat Tuban. Salam! (*)

*Tulisan ini masuk 10 (sepuluh) karya terbaik Lomba Menulis Opini “Pengembangan Potensi Wisata Tuban” yang diselenggarakan Ronggolawe Press Solidarity (RPS) dalam rangka memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) 2017.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *