Pages Navigation Menu

Ronggolawe Press Solidarity

Bangkit Lagi Setelah Mati Suri

Oleh: Hirlya Intan Febryan

SMA Negeri 1 Parengan

 

Potensi wisata adalah segala hal dan keadaan baik yang nyata dan dapat diraba, maupun yang tidak dapat diraba. Hal tersebut digarap sedemikian rupa sehingga bermanfaat atau dimanfaatkan, atau diwujudkan sebagai kemampuan, faktor, dan unsur yang diperlukan bagi usaha pengembangan kepariwisataan. Baik itu berupa suasana, kejadian, benda maupun layanan atau jasa.

Pariwisata memiliki manfaat dari berbagai segi. Diantaranya bisa menambah devisa daerah, menciptakan peluang kerja, dan berguna untuk pengenalan budaya lokal.

Dewasa ini pengembangan wisata sedang berkembang pesat. Hal itu ditandai dengan adanya daerah-daerah yang mulai banyak membuka tempat wisata baru yang disangka penting, sebagai penunjang pengembangan daerahnya.

Tempat wisata memiliki daya tarik yang berbeda-beda. Daya tariknya  didasarkan atas sumberdaya yang dapat menimbulkan rasa senang, indah, nyaman, dan bersih.

Pada objek alam, biasanya tempat wisata alam dijadikan primadona kunjungan karena eksotik. Juga merangsang untuk menciptakan kegiatan, terapis, dan lapang. Termasuk juga terdapat faktor sejarah maupun atraktifnya.

Tuban adalah salah satu daerah di Jawa Timur yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan dilintasi Jalan Nasional Daendels di Pantai Utara. Tuban sendiri merupakan sebuah daerah yang mempunyai segudang tempat wisata alam yang sangat indah.

Berbicara mengenai pariwisata, bagaimana dengan pengembangan wisata di Kabupaten Tuban sendiri? Bisa dilihat, perkembangan wisata di daerah ini cukup signifikan.

Salah satu obyek wisata yang sedang naik daun adalah Goa Putri Asih. Sebenarnya wisata ini telah dibuka sejak tahun 2002, namun karena terdapat beberapa masalah, goa ini ditutup sementara. Seiring berjalannya waktu, wisata yang sempat ‘mati suri’ di Montong tersebut kini bangkit kembali.

Suasana di goa ini sangat kental akan hawa magis dan sakral. Goa ini dirasa sangat istimewa dibanding goa-goa lainnya. Terletak di tengah hutan jati yang masih alami semakin mempercantik landscape goa ini. Yang paling indah dari lorongnya adalah stalaktit dan stalakmit yang menyerupai selendang putri.

Memasuki goa tersebut tidak perlu keahlian khusus layaknya penelusur goa. Pintunya cukup lebar dan tinggi, sehingga pengunjung tidak perlu menunduk.

Selain keindahan ornamen bebatuannya, di sana terdapat aliran sungai. Sungai di dalam goa dulu adalah pemandian bagi para putri kerajaan. Ada juga yang memercayai bahwa air sungai tersebut, berkhasiat bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Hanya dengan membasuh muka dengan air tersebut, warga sekitar yakin bisa awet muda. Hanya saja walau kondisinya lapang, pengunjung harus berhati-hati saat menapaki lantai dikarenakan kondisinya yang licin. Meski sudah disediakan penerangan, dinding goa yang kelam tidak cukup membantu untuk  menerangi isi goa.

Meski demikian di sekitar lokasi wisata belum terdapat tempat parkir yang memadai. Belum cukup luas untuk mengantisipasi kenaikan jumlah wisatawan pada hari libur.

Sarana prasarana yang mendukung kegiatan rohani juga belum terdapat disini, misalnya musholla. Jika dibangun tempat ibadah, dapat memudahkan wisatawan untuk sholat ataupun mengaji, tanpa harus jauh-jauh pergi dari tempat wisata.

Selain itu area di luar goa dapat juga menjadi sarana promosi wisata daerah. Dengan cara menjual batik Gedog Kerek, gantungan kunci dengan berbagai bentuk, souvenir  khas Tuban misalnya saja miniatur Centak (tempat pembuat tuak), dan patung kayu kuda Ronggolawe.

Disisi lain, juga dapat dimanfaatkan pedagang makanan untuk meraup rejeki dengan menjual makanan dan minuman khas Tuban. Seperti tuak, legen, maupun ental (siwalan).

Oleh karena itu diperlukan perhatian, dan dukungan serta peran pemerintah dalam pengembangan pariwisata daerah. Pengembangan sektor pariwisata memiliki prospek cukup strategis sebagai salah satu sumber pendapatan daerah.

Campur tangan masyarakat sekitar juga sangat penting demi pengembangan suatu sektor pariwisata daerah. Semisal menjadi petugas keamanan, petugas parkir, ataupun yang lainnya.

Begitu juga dari pihak pengelola. Mereka pun harus memaksimalkan pengelolaannya. Pemeliharaan, pengembangan, dan pelestarian aset nasional yang menjadi daya tarik wisata, dan asset potensial yang belum tergali merupakan tanggung jawab pemerintah.

Setiap wisatawan juga wajib menjaga, dan melestarikan daya tarik yang dimiliki tempat wisata. Mereka bisa membantu menciptakan suasana aman, tertib, bersih, berperilaku santun, dan menjaga kelestarian lingkungan destinasi pariwisata. Melalui cara itu kelestarian tempat wisata dapat terjaga dan tetap dikenal sampai generasi selanjutnya. (*)

*Tulisan ini masuk 10 (sepuluh) karya terbaik Lomba Menulis Opini “Pengembangan Potensi Wisata Tuban” yang diselenggarakan Ronggolawe Press Solidarity (RPS) dalam rangka memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) 2017.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *