Pages Navigation Menu

Ronggolawe Press Solidarity

Berlibur Sambil Berobat di Prataan

Wisata Pemandian Air Panas Alam
Oleh : Khusni Mubarok

Gapura utama wahana wisata air panas Prataan

rpstuban.net – Kabupaten Tuban memiliki segudang lokasi wisata alam yang patut dikunjungi. Ada yang berupa air terjun, gua, pantai, dan taman bermain. Bahkan kota berjuluk “Bumi Wali” ini juga memiliki wahana wisata yang menyuguhkan dua kegiatan sekaligus, yaitu berwisata dan berobat.

 
Wahana wisata alam unik itu dikenal dengan nama Pemandian Air Panas Prataan. Sesuai dengan namanya Pemandian Air Panas Prataan terletak di Dusun Prataan, Desa Wukiharjo, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. lokasinya berjarak sekitar 45 kilometer dari pusat Kota Tuban.
 
Prataan memiliki sumber air panas alami. Suhu air mencapai 56 derajat celsius, dengan kadar belerang sangat tinggi, sehingga dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Selain itu wahana wisata yang berada di tengah hutan lindung ini juga memiliki keindahan alam yang mampu membuat tenang pikiran para pengunjung.
 
Air panas yang keluar di kawasan ini berasal dari Gunung Kendeng di utara lokasi, dan muncul pada 3 titik. Tetapi, yang dipergunakan secara maksimal hanyalah 1 titik. Karena kedua sumber yang lain, masing-masing terlalu panas dan terlalu jauh untuk dijangkau.
 
“Pertama kali ditemukan oleh warga sini tahun 1966, dan mulai dibuka pada tahun 90-an,” kata warga sekitar, Darmin.
 
Diketahui sebelumnya, wisata Prataan dikelola oleh Divisi Wisata dan Agrobisnis Perum Perhutani. Namun sejak 1 Agustus 2015 lalu, tempat wisata Prataan ini dikelola penuh Perum Perhutani KPH Parengan.
 
Menurut Administratur (ADM) Perhutani KPH Parengan, Daniel Budi Cahyono, terdapat 12 bilik semacam kamar mandi yang disediakan untuk para pengunjung. Di dalamnya terdapat dua kran. Satu kran mengelurkan air panas belerang dan satunya lagi air tawar yang bisa dicampur untuk menentukan suhu air sesuai kebutuhan pemakai.  Air pamas tersebut dialirkan langsung dari sumbernya menuju bilik-bilik yang tersedia.
 
Terdapat beberapa peraturan yang harus dipatuhi pengunjung yang ingin berendam. Seperti harus sudah makan terlebih dahulu, tidak dianjurkan untuk penderita penyakit asma dan jantung, tidak boleh berendam berdua atau berlawanan jenis, serta batas waktu maksimal berendam adalah 15 menit.
 
“Hal-hal tersebut dilakukan demi kebaikan pengunjung, agar tidak menimbulkan efek-efek negatif yang bisa terjadi setelah berendam,” ungkap Daniel kepada Formasi.
 
Daniel menambahkan, berendam air belerang ditempat tersebut setidaknya ada beberapa manfaat, yang pertama untuk penyembuhan penyakit atau gangguan kulit. Kedua relaksasi otot, ketiga untuk membantu rehabilitasi fisiologi penderita gangguan fisik pasca stroke.
 
“Banyak diantara pengunjung yang merasakan sendiri, ternyata setelah dicoba ada perbaikan,” tambah Daniel.
 
Untuk meningkatkan jumlah pengunjung, dalam jangka pendek pihak pengelola berencana membuat kolam rendam air panas terbuka. Agar jika bilik-bilik yang tersedia penuh, kolam ini bisa dijadikan alternatif pengunjung lainnya. Selain itu, juga akan dibuatkan semacam tempat pertunjukan kesenian terbuka, selain dapat digunakan tempat pertunjukan, juga dapat digunakan tempat istirahat pengunjung.
 
“Kita akan bikin semacam joglo untuk pertunjukan kesenian terbuka. Terus kemudian akan bikin kolam rendam air panas terbuka. Sebab jika bilik-bilik sudah terpakai yang lain gak bisa makai,” jelasnya.
 
Melihat lokasi yang berada ditengah hutan jati, pihak KPH Parengan juga berencana membuat penangkaran rusa. Selain itu juga tempat penginapan untuk mengakomodasi pengunjung luar daerah yang berniat terapi.
 
“Kemarin banyak orang yang terapi datang dari Purwokerto, Kudus, itu kalo nggak nginap kan kasian,” terang Daniel.
 
Untuk masuk ke lokasi Prataan relatif murah.  Pengunjung hanya dikenakan biaya sebesar Rp 12.500 per orang. Di belakang pemandian juga terdapat kolam renang dengan sumber air alami, kebun binatang mini, serta tempat untuk berkemah.
 
Saat akhir pekan, jumlah pengunjung lokasi ini bisa mencapai ratusan orang, bahkan ribuan orang. Sedangkan pada hari efektif hanya puluhan orang saja. Dari tiket masuk, lokasi wisata ini tiap bulannya mampu menghasilkan hingga Rp  40 juta. Hasil tersebut, 10 persennya merupakan retribusi untuk Pemkab Tuban.
 
“Dari tiket masuk tiap bulan menghasilkan hingga 40 juta rupiah, 10 persen untuk Pemkab (Tuban),” pungkas Daniel. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *